PT Vale Catat Penjualan Perdana IGP Pomalaa, Perkuat Rantai Nikel

Senin, 02 Maret 2026 | 11:16:17 WIB
PT Vale Catat Penjualan Perdana IGP Pomalaa, Perkuat Rantai Nikel

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari MIND ID, resmi mencatatkan penjualan perdana bijih nikel dari proyek Indonesia Growth Project Pomalaa di Kolaka, Sulawesi Tenggara. 

Momentum ini menandai transisi proyek dari fase konstruksi ke fase operasional yang menghasilkan pendapatan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. 

Penjualan perdana ini juga menjadi bukti kesiapan sistem produksi, validasi proses operasional, dan penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Proyek ini mendukung agenda hilirisasi nasional melalui integrasi penambangan dan pengolahan sehingga nilai tambah bijih nikel meningkat di dalam negeri. Dengan investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun atau setara dengan US$4,43 miliar, IGP Pomalaa menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat industri nikel nasional.

Aktivasi Pit PB5 dan PB1 Jaga Kontinuitas Distribusi

Penjualan perdana dimungkinkan melalui aktivasi area penjualan bijih di Pit PB5 dan PB1, yang memiliki kapasitas penampungan hingga empat juta wet metric ton bijih limonit. 

Kapasitas ini memberikan fleksibilitas inventori dan menjaga kontinuitas pasokan ke fasilitas pengolahan di Pomalaa. 

Muhammad Asril, Direktur dan Kepala Proyek PT Vale Indonesia Tbk, menyatakan bahwa peresmian area penjualan bijih ini merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal. 

Dengan dukungan infrastruktur yang terus dipercepat, pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip keunggulan operasional dan praktik pertambangan berkelanjutan. 

Aktivasi area ini sekaligus menjadi strategi de-risking proyek, memastikan kesiapan sistem produksi untuk peningkatan kapasitas penuh dan mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Target Produksi Limonit 300 Ribu Ton Per Bulan

Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi limonit sebesar 300.000 ton per bulan atau sekitar 9.677 ton per hari. Strategi peningkatan produksi dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional dan optimalisasi kapasitas produksi, dengan dukungan kapasitas penyimpanan sebagai buffer inventory.

Pendekatan ini memungkinkan PT Vale memenuhi kontrak pasokan global sekaligus menekan risiko gangguan operasional akibat keterbatasan stok. Penetapan target produksi ini juga sejalan dengan strategi hilir nasional untuk memperkuat nilai tambah industri nikel di Indonesia.

Infrastruktur Jalan Angkut Tingkatkan Efisiensi Logistik

Hingga Januari 2026, kemajuan konstruksi keseluruhan proyek telah mencapai 65,76 persen, sementara pengembangan Jalan Angkut Utama menuju tempat penyimpanan bijih sudah mencapai 40 persen. 

Infrastruktur ini menjadi jalur utama distribusi material dari tambang ke fasilitas pengolahan dan pelabuhan, yang diharapkan meningkatkan produktivitas pengangkutan dan menekan potensi hambatan logistik. 

Jalur distribusi yang efisien memungkinkan PT Vale mempertahankan ritme produksi dan memaksimalkan kapasitas pengolahan nikel. Dengan tersedianya infrastruktur pendukung, proses ramp-up produksi dapat dilakukan dengan kontinuitas dan efisiensi optimal, sehingga proyek dapat berjalan sesuai target dan mendukung strategi hilirisasi nasional.

IGP Pomalaa Perkuat Industri Nikel Nasional Berkelanjutan

Langkah penjualan perdana IGP Pomalaa mencerminkan komitmen PT Vale membangun industri nikel nasional yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Integrasi penambangan, pengolahan, dan distribusi memastikan Indonesia memperkuat posisi dalam rantai pasok global serta menciptakan nilai tambah domestik. 

Proyek ini mendukung strategi hilir nasional dengan memastikan pasokan bijih nikel stabil dan efisien, sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri dalam negeri maupun ekspor. 

Pencapaian ini sekaligus menegaskan peran PT Vale sebagai pemain utama dalam transformasi industri mineral kritis Indonesia, sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan. 

IGP Pomalaa menjadi simbol kesiapan Indonesia menghadapi persaingan global dalam rantai pasok mineral strategis, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor pertambangan berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah domestik.

Terkini