JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menegaskan bahwa lini usaha asuransi kendaraan bermotor masih menjadi kontributor terbesar terhadap premi industri asuransi umum, meski sektor otomotif tengah lesu.
Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyebut bahwa kekuatan produk ini terletak pada basis eksposur yang luas dan berkelanjutan, tidak hanya dari kendaraan baru tetapi juga kendaraan existing yang masih membutuhkan perlindungan.
“Produk asuransi kendaraan bermotor tetap menjadi produk ritel utama karena karakteristik risiko yang mudah dipahami masyarakat. Selain itu, melalui perpanjangan polis tahunan, pembiayaan kendaraan, dan kebutuhan perlindungan risiko sehari-hari, produk ini tetap relevan,” jelas Budi.
Tantangan Persaingan dan Fluktuasi Klaim
Meski lini usaha ini masih solid, Budi mengakui ada sejumlah tantangan yang dihadapi perusahaan asuransi. Persaingan tarif dan benefit yang ketat, meningkatnya biaya klaim, serta fluktuasi penjualan kendaraan menjadi faktor yang harus diantisipasi.
Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin sensitif terhadap harga juga memengaruhi keputusan pembelian. Kondisi ekonomi yang mendorong efisiensi pengeluaran membuat perusahaan asuransi harus lebih selektif dalam akuisisi risiko dan penetapan harga.
“Perusahaan asuransi harus fokus pada penguatan kualitas underwriting, optimalisasi kanal distribusi digital, serta pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Penyesuaian manfaat dan layanan menjadi kunci menjaga serta meningkatkan pendapatan premi,” tegas Budi.
Strategi Penguatan Layanan dan Edukasi Nasabah
Budi menekankan pentingnya meningkatkan kualitas layanan klaim dan edukasi kepada konsumen. Langkah ini tidak hanya menjaga retensi polis, tetapi juga memperluas basis nasabah.
Peningkatan pengalaman konsumen dan transparansi layanan diyakini akan meningkatkan loyalitas nasabah dan menstabilkan pendapatan perusahaan.
“Edukasi kepada konsumen dan pelayanan klaim yang responsif menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi asuransi kendaraan bermotor dalam portofolio industri,” tambahnya.
Data Premi dan Klaim Terkini
AAUI mencatat bahwa pada kuartal III/2025, premi asuransi kendaraan bermotor turun sebesar 4,0% year-on-year (YoY) menjadi Rp14,11 triliun dari Rp14,69 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, klaim naik 0,7% YoY menjadi Rp5,63 triliun.
Menurut Budi, angka ini mencerminkan tekanan risiko yang masih terkendali, namun tetap perlu diantisipasi melalui pengelolaan klaim yang baik, pengendalian frekuensi kecelakaan, serta penyesuaian tarif yang seimbang.
“Prospek asuransi kendaraan bermotor pada 2026 diperkirakan tetap stabil, dengan tantangan utama pada keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas risiko,” ujarnya.
Keseimbangan Pertumbuhan dan Risiko
Pelaku industri asuransi perlu mewaspadai beberapa tekanan eksternal, seperti biaya klaim yang meningkat, dinamika harga suku cadang, dan kompetisi pasar yang tinggi.
AAUI menekankan bahwa pendekatan pertumbuhan yang prudent, berbasis manajemen risiko dan keberlanjutan portofolio, menjadi kunci menjaga peran strategis lini usaha kendaraan bermotor.
“Dengan strategi manajemen risiko yang tepat, asuransi kendaraan bermotor dapat tetap menjadi pilar stabilitas premi dalam industri,” pungkas Budi.
Posisi Asuransi Kendaraan di Industri
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa produk asuransi kendaraan bermotor menempati salah satu posisi teratas sebagai kontributor premi dalam industri asuransi umum. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyebut bahwa asuransi kendaraan bermotor berada di posisi terbesar keempat setelah asuransi harta benda dan asuransi kredit, sekaligus menduduki peringkat tertinggi dibandingkan produk lain seperti asuransi kesehatan.
“Produk ini tetap menjadi kontributor utama premi di tengah dinamika industri, setelah asuransi harta benda dan asuransi kredit,” ungkap Ogi.
Fokus pada Kualitas dan Inovasi Produk
Budi menekankan, untuk menjaga stabilitas pendapatan premi, perusahaan asuransi harus fokus pada peningkatan kualitas underwriting dan inovasi produk. Produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen, pelayanan klaim yang responsif, serta kanal distribusi digital yang optimal menjadi strategi penting.
“Selain itu, penyesuaian manfaat polis dan layanan akan membantu mempertahankan loyalitas nasabah serta meningkatkan basis premi secara berkelanjutan,” tambahnya.
Perlindungan Risiko Sehari-hari
Produk asuransi kendaraan tidak hanya melindungi dari risiko besar, tetapi juga menanggung risiko sehari-hari yang sering terjadi. Dengan basis pelanggan yang luas dan kebutuhan perlindungan yang stabil, lini usaha ini mampu mempertahankan kontribusinya meski industri otomotif sedang melambat.
Budi menyebutkan, lini usaha ini memiliki keunggulan karena masyarakat memahami risiko dan membutuhkan perlindungan rutin. Hal ini membuat premi kendaraan bermotor tetap menjadi kontributor utama di tengah tekanan ekonomi.
Outlook Industri Asuransi Kendaraan
Dengan dukungan strategi manajemen risiko yang solid dan inovasi produk, prospek lini usaha asuransi kendaraan bermotor pada 2026 diperkirakan tetap positif.
Fokus AAUI adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi, kualitas risiko, serta penguatan layanan nasabah, sehingga industri dapat tetap stabil di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi sektor otomotif.
“Pendekatan yang berbasis risiko dan keberlanjutan portofolio menjadi kunci agar lini usaha kendaraan bermotor tetap solid dan strategis dalam industri asuransi umum,” tutup Budi.